by Putra

Mau berhutang dengan jumlah plafon yang besar? Pilih pinjaman dengan agunan yang sesuai. Bisa sertifikat atau BPKB.

Anda bisa memilih dokumen aset yang mau dijaminkan sesuai dengan plafon pinjaman yang mau diajukan. Jadi, hitung dengan cermat sebelum pengajuan kreditnya.

Pengajuan Pinjaman dengan Agunan dan Kelebihannya

Agar lebih jelas, kami akan membahas tentang pengajuan pinjaman dengan jaminan dalam artikel ini.

Mengenal pinjaman dengan agunan

Sebelum membahas lebih jauh mengenai jenis pinjaman ini, lebih dulu mari kita kenali apa itu kredit dengan agunan.

Mengenal pinjaman dengan agunan

Sebagaimana diketahui, agunan merupakan sinonim dari kata jaminan. Jadi, arti istilahnya adalah peminjaman dana yang dilakukan dengan memberikan jaminan kepada penyedia pinjamannya.

Dengan kata lain, dokumen kepemilikan jaminannya akan dibawa oleh kreditur begitu akad kredit ditanda tangani oleh kedua belah pihak sampai masa tenor pinjamannya selesai atau kreditnya lunas.

Jenis agunan yang dapat dijaminkan dan kelebihannya

Sebagaimana disampaikan di atas, saat hendak mengajukan pinjaman dengan plafon besar, maka memperhatikan jenis agunan adalah salah satu hal yang harus dilakukan.

Jenis agunan yang dapat dijaminkan dan kelebihannya

Pasalnya, jenis jaminan ini akan mempengaruhi besar kecilnya plafon yang akan diterima. Pada saat pengajuan akan ada tim kredit dari penyedia yang akan menilai jaminannya.

Adapun jenis jaminan yang saat ini dapat diterima di Indonesia adalah:

1. Pinjaman dengan agunan sertifikat rumah (AJB, SHM, SHGB, dan yang lainnya)

Saat mengajukan pinjaman, umumnya orang akan terpikir untuk memberikan jaminan berupa sertifikat rumah karena itulah salah satu aset yang hampir dimiliki oleh setiap orang yang berkeluarga.

Apabila Anda hendak berhutang dan punya dokumen sertifikat rumah, pilihan lembaga yang dapat dipilih adalah perbankan atau finance. Namun, mayoritas orang memang memilih untuk menjaminkan sertifikat rumahnya di perbankan.

Terlebih, di perbankan ada dua jenis produk pinjaman dengan bukti kepemilikan tempat tinggal ini, yakni KPR untuk pembiayaan rumah dan kredit dana segar dengan jaminan sertifikat yang sudah lunas.

Sebagian besar perbankan di Indonesia bisa memberikan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah. Plafonnya pun tergolong besar. Pinjamannya dimulai dari jutaan, puluhan juta, ratusan juta, hingga miliaran rupiah.

Namun perku diketahui bahwa masing-masing perbankan punya batasannya sendiri dalam memberikan plafon. Untuk bank-bank mikro atau unit kecil, biasanya plafonnya hanya sampai ratusan juta rupiah saja.

Sementara itu, pinjaman dengan plafon sampai miliaran rupiah bisa diberikan oleh bank konvensional. Misalnya BRI, BCA, bank Mandiri, dll.

Apabila Anda tertarik untuk mengajukan kredit dengan jaminan sertifikat rumah, maka ada beberapa jenis bukti dokumen kepemilikan yang dapat diajukan, misalnya:

  • SHM (sertifikat hak milik)
  • SHGB (sertifikat hak guna bangunan).
  • AJB (akta jual beli), atau yang lainnya.

Masing-masing perusahaan punya ketentuan masing-masing atas dokumen yang dapat mereka terima. Maka dari itu, penting sekali untuk mengenalinya.

Namun yang jelas, mayoritas perbankan menerima SHM atau SHGB yang dilengkapi dengan IMB. Hal ini penting mengingat rumah yang dibuat memang harus dibuat atas izin untuk mendirikan bangunan di tanah yang ada.

Sementara untuk dokumen AJB, tidak semua perbankan bisa mencairkan dananya. Namun, masih ada yang mau menerima dan kebanyakan adalah perbankan mikro.

Dalam pengikatan kredit yang agunannya adalah rumah, biasanya ada keterlibatan notaris sehingga akad kreditnya jadi legal dan dokumen yang dijaminkan pun jadi lebih aman.

Oleh karena itu, apabila Anda memang punya sertifikat kepemilikan rumah, jangan ragu memakainya untuk meminjam uang. Apalagi jika memang kebutuhannya jelas dan plafonnya cenderung besar. Asalkan ada kemampuan bayar, maka perusahaan akan lebih mudah menyetujuinya.

2. Pinjaman dengan agunan sertifikat tanah

Selain rumah, sertifikat lain yang dapat dijaminkan adalah tanah. Misalnya dokumen kepemilikan sawah, perkebunan, ladang, tanah kosong, atau yang lainnya.

Yang membedakan tanah dengan rumah adalah tak adanya kebutuhan IMB dalam persyaratan. Pasalnya, di tanah tersebut memang tidak ada bangunan yang berdiri.

Meski begitu, Anda tetap harus melampirkan PBB atau bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan. Hal ini juga berlaku saat sertifikatnya adalah kepemilikan rumah.

Penilaian terhadap jaminan ini umumnya didasarkan pada harga tanah di daerah tersebut. Kalau dekat dengan jalan raya, tentu harganya akan jauh lebih mahal. Namun, tanah produktif seperti perkebunan biasanya juga bisa punya nilai taksasinya sendiri.

Agar legal, akad kredit dengan agunan sertifikat tanah biasanya juga dilakukan di hadapan notaris. Khususnya bila pengajuan plafonnya tinggi.

Perusahaan yang bisa memberikan kredit dengan agunan sertifikat tanah di antaranya adalah perbankan.

3. Gadai BPKB mobil

Selain aset tak bergerak sebagaimana disebut di atas, Anda juga bisa menggunakan aset bergerak seperti mobil untuk mengajukan kredit. Pinjaman jaminan BPKB mobil ini juga bisa mendapatkan plafon yang tinggi dan bunga ringan.

Nilai plafonnya bahkan bisa mencapai 90% dari harga OTR kendaraan yang dijaminkan.

Artinya, peminjam boleh mengajukan kredit dengan rentang plafon dari jutaan sampai ratusan juta tergantung pada jaminan yang diagunkan dan kemampuan bayarnya.

Anda bisa mengajukan pinjaman dana tunai dengan jaminan BPKB mobil melalui finance dan perbankan. Namun, mayoritas orang memang lebih memilih finance karena prosesnya jauh lebih cepat. Bila perbankan butuh 3-4 hari, maka finance hanya butuh 24 jam saja.

Menariknya, dalam pengajuan pinjaman gadai BPKB mobil, kendaraannya boleh atas nama orang lain namun tetap milik sendiri.

Pihak perusahaan pun biasanya bisa membantu membalikkan nama sekalian sehingga pada saat tenor kreditnya selesai, dokumen BPKB sudah atas nama pribadi.

Berbeda dengan sertifikat aset tak bergerak yang butuh biaya notaris, di sini Anda akan dikenakan biaya fidusia. Selain itu, selama masa kredit, kendaraannya juga dibebani biaya asuransi. Bisa TLO (total lost only), bisa juga all risk.

Apabila Anda tertarik mengajukan pinjaman dengan jaminan BPKB mobil, kami bersedia membantu.

Baca Juga:

Dapatkan Pinjaman Dana Tunai Saat Anda Membutuhkannya

4. Gadai BPKB motor

Aset bergerak lain yang dapat dijaminkan untuk mendapatkan hutang berupa uang tunai adalah motor. Soal plafon, nominalnya memang tidak sebesar mobil, tanah, dan rumah. Namun, karena hampir semua memiliki kendaraan roda dua, maka pasti cara ini mudah dilakukan oleh siapa saja.

Di sini, Anda perlu membayar biaya fidusia. Bunganya mungkin lebih tinggi dibanding rumah, tanah, dan mobil, namun jelas lebih murah bila dibandingkan dengan pinjaman online maupun kredit tanpa agunan.

Maka dari itu, apabila Anda punya BPKB motor dan kebutuhan plafonnya tidak terlalu besar, silakan ajukan pinjaman dana tunai cepat.

Baca Juga:

Butuh Dana Tunai Cepat? Dapatkan Sekarang Juga

Selain 4 jenis agunan di atas, sebenarnya masih cukup banyak jenis lainnya. Misalnya, barang-barang elektronik hingga sertifikat kepemilikan bedak di pasar.

Ringkasan kelebihan pinjaman dengan jaminan tertentu

Meminjam uang dengan jaminan memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan tanpa agunan, di antaranya adalah:

  • Nilai plafon yang diajukan bisa besar, peminjam lebih leluasa untuk menentukannya.
  • Suku bunganya sangat kompetitif sehingga angsurannya juga mudah dijangkau sesuai kemampuan.
  • Tenornya lebih panjang.
  • Prosesnya cepat.
  • Kreditnya lebih aman dan legal, dll.

Itulah beberapa hal yang harus Anda tahu tentang pengajuan pinjaman dengan agunan. Apabila Anda sedang butuh dana cepat dan punya agunannya, saran kami segera ajukan diri dengan mengisi formulir pengajuan.

Pinjaman Dana BFI Finance

Pinjaman dana BFI Finance adalah pinjaman multiguna dengan jaminan BPKB Mobil, Motor dan Sertifikat Rumah.


Anda butuh dana cepat untuk kebutuhan pribadi atau usaha dan lainnya? Dapatkan dana tunai cepat di BFI Finance!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}